Persamaan Akuntansi

ASET + BIAYA = KEWAJIBAN + MODAL + PENDAPATAN

 

  • ASET apabila bertambah akan dicatat disebelah Debet dan apabila berkurang akan dicatat disebelah kredit.
  • BEBAN/BIAYA apabila bertambah akan dicatat disebelah Debet dasn apabila berkurang akan dicatat disebelah Kredit.
  • KEWAJIBAN apabila bertambah akan dicatat disebelah Kredit dan apabila berkurang akan dicatat disebelah Debet.
  • MODAL apabila bertambah akan dicatat disebelah Kredit dan apabila berkurang akan dicatat disebelah Debet.
  • PENDAPATAN apabila bertambah akan dicatat disebelah Kredit dan apabila berkurang akan dicatat disebelah Debet.
Advertisements

Tiga pilar kesuksesan pengembangan software

Tiga pilar kesuksesan pengembangan software:

  1. Teknologi
  2. Aturan
  3. Manusia

 

Secara sederhana, teknologi itu terkait dengan, misal, hardware atau software apa yang digunakan. Ini tentu sangat tergantung dari klien atau pengguna software kita. Ketepatan menentukan pemilihan teknologi mendukung tingkat keberhasilan software yang kita kembangkan. Misal, klien kita ini enggak punya koneksi internet yang stabil tapi kita paksakan pakai web application yang diletakkan di hosting. Tentu ini malah jadi beban buat mereka.

 

Aturan. Pada dasarnya software yang kita kembangkan mendukung sebuah pekerjaan. Sebuah pekerjaan tentunya sangat terikat dengan aturan atau regulasi yang menaungi pekerjaan tersebut. Penguasaan terhadap aturan tersebut sangat penting. Celakanya, banyak sekali pekerjaan pengembangan software itu gagal karena ketidakjelasan aturan. Makanya jangan cepat nerima kerjaan jika ternyata aturan masih amburadul. Sering kali kita disalahkan karena gak beres, padahal aturannya yang belum fix. he he he… just joke

 

Manusia. Ini pilar penting juga. Anda membuat software yang sudah right size. Aturannya dah okay. Tapi manusia yang melaksanakan ogah-ogahan. Ini juga akan menentukan tingkat keberhasilan software. Jika sumber daya manusia yang menjalankan itu semangat, tingkat keberhasilan software akan meningkat. Jangan lupa untuk memahami budaya di lingkungan klien Anda.

 

Sumber : Wiwit Siswoutomo