Langkah-langkah dalam software development

  1. kumpulkan semua requirement(system dan functional)
  2. rincikan senario flow of system dari awal ampe akhir
  3. design model mockup/design interface sementara
  4. design database (entity relationship design)+CLASS DIAGRAMM UNTUK OOD
  5. design pattern coding
  6. coding semua
  7. testing
  8. done.
Advertisements

Cara Membuat Database di SQLite

Seperti biasa basa basi dulu sebelum masuk ke masalah inti.
SQLite adalah database yang kecil (lite) biasanya digunakan untuk penyimpanan data-data yang sifatnya tidak bertambah setiap saat. Misalnya untuk pembuatan kamus, daftar pustaka dll. Dan SQLite ini bisa berjalan di aplikasi tanpa membutuhkan service jadi bisa dipakai dimanapun kapanpun :D. Lebih lengkap tentang SQLite kunjungi saja websitenya. :p

Untuk membuat database dengan SQLite kita tinggal download aplikasi SQLitenya di sini. Setelah terdownload buka aplikasi tersebut dan coba untuk menuliskan query seperti query SQL biasanya misal.
Create table test(a integer, b text); <enter>
insert into test(a, b) values (1,’abc’); <enter>
select * from test;
(result)
1,abc
jadi sudah tabelnya mudah kan 😀

aiiits tapi itu belum menyimpan databsenya :p

agar databasenya bisa tersimpan kita buka menggunakan console (DOS di Windows)
caranya, pertama buka directory penyimpanan file aplikasi sqlite tadi kemudian tuliskan :
sqlite namedb.db <enter>
kemudian tuliskan query sql seperti diatas jadi deh databasenya 😀 mudahkan.

Selanjutnya kita mau membuka database yang telah kita buat tadi, caranya juga gampang.
Seperti tadi buka directory file aplikasi sqlitenya menggunakan console, sama persis ketika kita membuat database contoh yang kita telah buat tadi :
sqlite namedb.db <enter>
kemudian kita bisa menyeleksi maupun menghapus data dari tabel yang telah kita buat tadi. Misal :
select * from test;

cukup sekian sharing dari saya, jika ada kesalahan mohon dibenarkan, saya masih belajar dan jika ada yang kurang jelas bisa di tanyakan dengan meninggalkan komentar dibawah 😀

terimakasi semoga bermanfaat.

Cara Membuat Format Array dari Form HTML

Format Array pada HTML banyak sekali kegunaanya.

Misalnya untuk pemesanan shoping cart insert data, update data dan lain lain. Misalnya :

<input type=”text” name=”data[nama]” />
<input type=”text” name=”data[alamat]” />
<input type=”text” name=”data[tgl_lahir]” />

form diatas jika di insert maka akan menghasilkan data dengan type array, misal di dumping dengan PHP maka akan menghasilkan

print_r($_POST[‘data’]);

hasilnya
array(“nama”=>”value nama”, “alamat”=>”value alamat”, “tgl_lahir”=>”value tanggal lahir”);

dari data tersebut sangat bermanfaat untuk proses selanjutnya tergantung kebutuhan Anda.
semoga bermanfaat. 😀

Cerita Tentang Framework PHP (versi sendiri)

Dalam pemrogramman PHP banyak sekali framework yang bertebaran karena saking opensourcenya PHP :D. dari sekian banyaknya ada beberapa framework yang masuk dalam peringkat atas seperti Yii, CI, Zend, Cake, Kohana, Prado dan lain-lain, rating ini ditentukan oleh penduduk seluruh dunia yang menggunakan PHP sebagai pemrogramman webnya.

Pada awal saya menggunakan framework saya menggunakan Yii best polling dari situs http://www.frameworkphp.com karena tuntutan dari perusahaan, kemudian pindah perusahaan saya pindah menggunakan CI. setelah menggunakan kedua framework tersebut saya bisa merasakan kelibihan dan kekurangan dari kedua framework tersebut yaitu diantaranya :

CI. mudah untuk mempelajari mudah untuk mendefelopnya, simple tapi belum ada setandarisasi.

Yii. Sulit untuk mempelajari dan mencustom, sangat ketat dalam pengodingan tapi dari situ dapat menjadi mudah jika sudah mengetahui Yii tersebut.

intinya terserah Anda mau menggunakan framework mana yang cocok dengan anda, kalau kirang puas dengan framework yang ada ya buat framework sendiri saja :p

saya pernah mau mencoba untuk membuat framework sendiri ini dia protypenya ketonggo masih banyak kekurangan tapi cukup untuk mengetahui tentang MVC 😀

semoga bermanfaat.

Loading penambahan data dengan menggunakan JSON, JQuery, dan PHP

sekedar berbagi: ada pertanyaan dari teman disini yang pengen mengupdate table data di browser apabila ada posting data yang disimpan di database. misalnya seorang admin blog akan melihat apabila ada user memposting topik baru di milist tanpa harus merefresh browsernya. saya tidak tahu apakah sudah ada atau belum postingnya disini. baiklah saya akan bagi tekniknya dengan menggunakan jquery (anda bisa download jquery.js dari www.jquery.com) dengan dataType dalam JSON (maaf bagi yang tidak berkenan yah, yah codingnya baru ala kadarnya dan masih acak2 an karena ini juga dibikinnya gak sungguhan).

asumsi tabel yang digunakan adalah tabel1 dengan kolom id1, pages dan word.

pertama-tama bikin dulu tampilan awal, saya bikin disini filenya notifikasi.php
<html>

<head>

<script type=”text/javascript” src=”jquery.js”></script>

<script type=”text/javascript”>

function notif(){

var last_id = 0;

if($(‘#notifikasi>tbody>tr’).length >= 1){

var num = $(‘#notifikasi>tbody>tr’).length – 1;

last_id = $(‘#notifikasi>tbody>tr:eq(‘+num+’)>td:eq(0)’).text();

};

/* script diatas untuk mendapatkan last_id yang sudah ditampilkan di browser jika row didalam tbody >= 1  sengaja saya tidak menyertakan last_id di variabel khusus kiriman dari server, kalau ada yang mau begitu ya silakan */

$.ajax({

url: ‘getdata.php’,

type: ‘POST’,

dataType: ‘json’,

data: ‘last_id=’+last_id,

success: function(msg){

if(msg.total > $(‘#notifikasi>tbody>tr’).length){

$(“.new”).addClass(“old”).removeClass(“new”);

$(“#notifikasi>tfoot>tr>td:eq(1)”).text(msg.total);

$.each(msg.rows,function(i,val){

$(‘#notifikasi>tbody’).append(‘<tr></tr>’);

$.each(val,function(j,v){

$(‘#notifikasi>tbody>tr’).last().append(“<td class=’new’>”+v+”</td>”);

})

})

}

/* jika json total dari server lebih > dari jumlah row di browser baru dijalankan updatenya */

}

});

}

$(document).ready(function(){

TimerId = setTimeout(“notif()”, 5000);

$(“#notifikasi”).ajaxStart(function(){clearTimeout(TimerId)}).ajaxStop(function(){TimerId = setTimeout(“notif()”, 5000)})

})

/* pas diawal load, kita jalankan setTimeout untuk mendapatkan data dengan ajax ( dalam 1 menit), untuk mencegah adanya penumpukan akses yang menyebabkan looping mysql_connect (jika yang posting data banyak bisa berabe, karena belum selesai PHP menjalankan request pertama sudah disusul dengan request berikutnya) maka pas ajax dijalankan, kita clear dulu TimerId nya, baru kalau sudah selesai ajax diload, kita set lagi TimerId nya */

</script>

<style>

.new {

background: #ccddee;

}

.old{

background: #eeddcc;

}

</style>

</head>

<body>

<table id=”notifikasi”>

<thead>

<tr>

<th>id</th>

<th>User</th>

<th>Notifikasi</th>

</tr>

</thead>

<tbody>

<?php

$handle = mysql_connect(“localhost”, “root”, “”);

mysql_select_db(“test”, $handle);

$query = mysql_query(“SELECT * FROM table1”);

$total = mysql_num_rows($query);

while($rows = mysql_fetch_assoc($query)){

echo “<tr class=’new’>”;

echo “<td>”. $rows[“id1”] . “</td>”;

echo “<td>”. $rows[“pages”] . “</td>”;

echo “<td>”. $rows[“word”] . “</td>”;

echo “</tr>”;

}

?>

</tbody>

<tfoot>

<tr><td>Total</td><td colspan=”2″><?php echo $total ?></td></tr>

</tfoot>

</table>

</body>

</html>

Yang kedua bikin file getdata.php untuk mensuplay datanya:

<?php

header(“Pragma: no-cache”);

header(“Cache-Control: no-store, no-cache, max-age=0, must-revalidate”);

header(‘Content-Type: text/x-json’);

$handle = mysql_connect(“localhost”, “root”, “”);

mysql_select_db(“test”);

if(isset($_POST[‘last_id’])){

$query = mysql_query(“SELECT * FROM table1”);

$numrows = mysql_num_rows($query);

mysql_free_result($query);

$query = mysql_query(“SELECT * FROM table1 WHERE id1 > “.$_POST[‘last_id’]);

$data = array();

$data1 = array();

$data2 = array();

while($rows = mysql_fetch_assoc($query)){

$data[] = $rows[‘id1’];

$data[] = $rows[‘pages’];

$data[] = $rows[‘word’];

$data1[] = $data;

unset($data);

}

$data2[‘total’] = $numrows;

$data2[‘rows’] = $data1;

echo json_encode($data2);

/* parsing array dalam bentuk JSON */

}

?>
sekian dulu yah, maaf kalau codingnya masih berantakan (hehehe silakan kalau mau ada yang merapikan lagi…:ngeles.com:). Sekedar info, script sudah diujicoba dan jalan.

(diambil dari group Facebook PHP Indonesia)

Belajar .HTACCESS step by step

1. Buka file konfigurasi Apache (httpd.conf), jika memakai AppServ ada di C:\AppServ\apache2\conf

(Jika menggunakan Web Server lain, bisa di search pada folder web server tersebut).

2. Uncomment baris seperti di bawah ini (hilangkan tanda #).

#LoadModule rewrite_module modules/mod_rewrite.so

lalu save dan Restart Web Server Anda.

Server = Localhost

Folder Root misalkan = newbie

file .htaccess harus simpan di folder Root

File .htaccess

<IfModule mod_rewrite.c>

RewriteEngine on

Options +FollowSymLinks

ErrorDocument 404 Halaman-Tidak-Ditemukan

# data global

RewriteRule ^index\.html$ index.php [L]

RewriteRule ^berita/(.*)-(.*)\.html$ index.php?ref=berita&id=$1 [L]

Options All -Indexes

</IfModule>

<files .htaccess>

order allow,deny

deny from all

</files>

Data tbl_berita

———————————————-

id : 23

judul : makan itu harus pelan pelan

———————————————-

id : 24

judul : belajar php harus saling sharing

———————————————-

File berita_list.php

<?php

include(“config.php”);

$berita=”select * from tbl_berita”;

$query_berita=mysql_query($berita);

while ($row_berita=mysql_fetch_array($query_berita)) {

$judul=$row_berita[‘judul’];

$pecah= explode(” “,$judul);

$jumlah= count($pecah);

?>

<a href=”berita/<?php echo $row_berita[‘id’]; for($no=0; $no<$jumlah; $no++) { print “-“.$pecah[$no]; } ?>.html”>

<?php

echo”$row_berita[judul]</a>”;

echo”<br />”;

}

?>

File berita_detail.php

<?php

include(“config.php”);

$berita=”select * from tbl_berita WHERE id='”.$_GET[‘id’].”.”;

$query_berita=mysql_query($berita);

$row_berita=mysql_fetch_array($query_berita);

echo”$row_berita[judul]”;

echo”<br />”;

?>

File index.php

<?php

if ($_GET[‘ref’]==””) { include”berita_list.php”; }

if ($_GET[‘ref’]==”berita”) { include”berita_detail.php”; }

?>

maka jika di running http://localhost/newbie/index.html menghasilkan

– makan itu harus pelan pelan ->

http://localhost/newbie/berita/23-makan-itu-harus-pelan-pelan.html

– belajar php harus saling sharing ->

http://localhost/newbie/berita/24-belajar-php-harus-saling-sharing.html

Penjelasan

– ErrorDocument 404 berfungsi jika ada kesalahan pada link maka akan ada pesan error “Halaman-Tidak-Ditemukan”

– RewriteRule adalah fungsi yang sangat sederhana untuk memberitahu mod_rewrite apa yang harus dilakukan

– <files .htaccess>

order allow,deny

deny from all

</files> berfungsi untuk tidak mengijinkan pengguna untuk membuka folder pada browser ,misalkan (http://www.indonesia.go.id/%5Bimages%5D/) folder images :: maka server akan memberikan peringatan Forbiden

tanda (.*) pertama dikonsumsikan menjadi $1 dan tanda (.*) kedua dikonsumsikan menjadi $2

klo liat dari file htaccess diatas tanda kedua tidak kita pakai untuk proses, tapi hanya untuk penempatan [nama judul] supaya http://localhost/newbie/berita/23-makan-itu-harus-pelan-pelan.html tidak menjadi ErrorDocument 404.

semoga bermanfaat

Aku Cinta Indonesia

Aku Cinta PHP

Koreksi kalau ada kesalahan

 

(semoga bermanfaat #diambil dari group facebook php indonesia)