Cara Membuat Koneksi Database ORACLE di PHP

Hai ! Disini saya akan berbagi cara membuat koneksi database ORACLE di PHP dengan satu koneksi atau banyak koneksi dalam satu applikasi.

Sebelumnya saya akan memberi contoh membuat dengan satu koneksi.

//koneksi ke server

$connect = oci_connect(“user”,”password”,”host”) or die(“can’t connect server”);

Dengan koneksi diatas Anda bisa membuat CRUD (Create, Read, Update, Delete) dengan satu database, tapi jika Anda membuat satu aplikasi ada beberapa database berikut caranya :

//koneksi pertama

$connect1 = oci_connect(“user1”,”password1”,”host1”) or die(“can’t connect1”);

//koneksi kedua

$connect2 = oci_connect(“user2”,”password2”,”host3”) or die(“can’t connect2”);

Dengan banyak koneksi Anda juga bisa membuar CRUD (Create, Read, Update, Delete) dengan banyak database dalam satu Applikasi.

Advertisements

Cara Membuat Koneksi Database MySQL di PHP

Hai ! Disini saya akan berbagi cara membuat koneksi database MySql di PHP dengan satu koneksi atau banyak koneksi dalam satu applikasi.

Sebelumnya saya akan memberi contoh membuat dengan satu koneksi.

//koneksi ke server

$connect = mysql_connect(“host”,”user”,”password”) or die(“can’t connect server”);

//memilih database dari server

$db = mysql_select_db(“database”) or die(“can’t get database”);

Dengan menggunakan code diatas Anda sudah bisa melakukan koneksi dengan database MySql

$connect = mysql_connect(“host”,”user”,”password”) or die(“can’t connect server”);

code untuk login mengakses server database, jika gagal mengakses maka akan muncul pesan “can’t connect database”.

$db = mysql_select_db(“database”) or die(“can’t get database”);

code untuk memilih database, jika gagal maka akan muncul pesan “can’t get database”.

Dengan koneksi diatas Anda bisa membuat CRUD (Create, Read, Update, Delete) dengan satu database, tapi jika Anda membuat satu aplikasi ada beberapa database berikut caranya :

//koneksi pertama

$connect1 = mysql_connect(“host1”,”user1”,”password1”) or die(“can’t connect server1”);

$db1 = mysql_select_db(“database1”,$connect1) or die(“can’t get database1”);

//koneksi kedua

$connect2 = mysql_connect(“host2”,”user2”,”password2”) or die(“can’t connect server2”);

$db = mysql_select_db(“database2”,$connect2) or die(“can’t get database2”);

//jika server sama tapi database beda bisa menggunakan koneksi sebelumnya

$db = mysql_select_db(“database3”,$connect1) or die(“can’t get database3”);

Dengan banyak koneksi Anda juga bisa membuar CRUD (Create, Read, Update, Delete) dengan banyak database dalam satu Applikasi.

Cara Mengganti atau Memindah Folder Root Apache Server (htdocs atau www)

Untuk memindah folder root pada apache server :

1. buka file C:\xampp\apache\conf (windows) disitu ada file httpd.conf buka file tersebut, jika directory anda berbeda bisa searc saja file httpd.conf

2. edit code : DocumentRoot “c:/xampp/htdocs”  menjadi DocumentRoot “E:/xampp/htdocs” (bisa mengganti seuai directory baru Anda)

3. Save (simpan)

4. Restart service apache

5. Buka localhost maka rootnya sudah ganti.

walaupun rootnya sudah diganti tapi tetep bisa membuka localhost/phpmyadmin untuk membuka client mysql

sekian, kalau ada kekurangan atau kekurang paham bisa memberikan komentar pada blog ini.

terimakasih. 😀

Cerita Tentang Framework PHP (versi sendiri)

Dalam pemrogramman PHP banyak sekali framework yang bertebaran karena saking opensourcenya PHP :D. dari sekian banyaknya ada beberapa framework yang masuk dalam peringkat atas seperti Yii, CI, Zend, Cake, Kohana, Prado dan lain-lain, rating ini ditentukan oleh penduduk seluruh dunia yang menggunakan PHP sebagai pemrogramman webnya.

Pada awal saya menggunakan framework saya menggunakan Yii best polling dari situs http://www.frameworkphp.com karena tuntutan dari perusahaan, kemudian pindah perusahaan saya pindah menggunakan CI. setelah menggunakan kedua framework tersebut saya bisa merasakan kelibihan dan kekurangan dari kedua framework tersebut yaitu diantaranya :

CI. mudah untuk mempelajari mudah untuk mendefelopnya, simple tapi belum ada setandarisasi.

Yii. Sulit untuk mempelajari dan mencustom, sangat ketat dalam pengodingan tapi dari situ dapat menjadi mudah jika sudah mengetahui Yii tersebut.

intinya terserah Anda mau menggunakan framework mana yang cocok dengan anda, kalau kirang puas dengan framework yang ada ya buat framework sendiri saja :p

saya pernah mau mencoba untuk membuat framework sendiri ini dia protypenya ketonggo masih banyak kekurangan tapi cukup untuk mengetahui tentang MVC 😀

semoga bermanfaat.

Loading penambahan data dengan menggunakan JSON, JQuery, dan PHP

sekedar berbagi: ada pertanyaan dari teman disini yang pengen mengupdate table data di browser apabila ada posting data yang disimpan di database. misalnya seorang admin blog akan melihat apabila ada user memposting topik baru di milist tanpa harus merefresh browsernya. saya tidak tahu apakah sudah ada atau belum postingnya disini. baiklah saya akan bagi tekniknya dengan menggunakan jquery (anda bisa download jquery.js dari www.jquery.com) dengan dataType dalam JSON (maaf bagi yang tidak berkenan yah, yah codingnya baru ala kadarnya dan masih acak2 an karena ini juga dibikinnya gak sungguhan).

asumsi tabel yang digunakan adalah tabel1 dengan kolom id1, pages dan word.

pertama-tama bikin dulu tampilan awal, saya bikin disini filenya notifikasi.php
<html>

<head>

<script type=”text/javascript” src=”jquery.js”></script>

<script type=”text/javascript”>

function notif(){

var last_id = 0;

if($(‘#notifikasi>tbody>tr’).length >= 1){

var num = $(‘#notifikasi>tbody>tr’).length – 1;

last_id = $(‘#notifikasi>tbody>tr:eq(‘+num+’)>td:eq(0)’).text();

};

/* script diatas untuk mendapatkan last_id yang sudah ditampilkan di browser jika row didalam tbody >= 1  sengaja saya tidak menyertakan last_id di variabel khusus kiriman dari server, kalau ada yang mau begitu ya silakan */

$.ajax({

url: ‘getdata.php’,

type: ‘POST’,

dataType: ‘json’,

data: ‘last_id=’+last_id,

success: function(msg){

if(msg.total > $(‘#notifikasi>tbody>tr’).length){

$(“.new”).addClass(“old”).removeClass(“new”);

$(“#notifikasi>tfoot>tr>td:eq(1)”).text(msg.total);

$.each(msg.rows,function(i,val){

$(‘#notifikasi>tbody’).append(‘<tr></tr>’);

$.each(val,function(j,v){

$(‘#notifikasi>tbody>tr’).last().append(“<td class=’new’>”+v+”</td>”);

})

})

}

/* jika json total dari server lebih > dari jumlah row di browser baru dijalankan updatenya */

}

});

}

$(document).ready(function(){

TimerId = setTimeout(“notif()”, 5000);

$(“#notifikasi”).ajaxStart(function(){clearTimeout(TimerId)}).ajaxStop(function(){TimerId = setTimeout(“notif()”, 5000)})

})

/* pas diawal load, kita jalankan setTimeout untuk mendapatkan data dengan ajax ( dalam 1 menit), untuk mencegah adanya penumpukan akses yang menyebabkan looping mysql_connect (jika yang posting data banyak bisa berabe, karena belum selesai PHP menjalankan request pertama sudah disusul dengan request berikutnya) maka pas ajax dijalankan, kita clear dulu TimerId nya, baru kalau sudah selesai ajax diload, kita set lagi TimerId nya */

</script>

<style>

.new {

background: #ccddee;

}

.old{

background: #eeddcc;

}

</style>

</head>

<body>

<table id=”notifikasi”>

<thead>

<tr>

<th>id</th>

<th>User</th>

<th>Notifikasi</th>

</tr>

</thead>

<tbody>

<?php

$handle = mysql_connect(“localhost”, “root”, “”);

mysql_select_db(“test”, $handle);

$query = mysql_query(“SELECT * FROM table1”);

$total = mysql_num_rows($query);

while($rows = mysql_fetch_assoc($query)){

echo “<tr class=’new’>”;

echo “<td>”. $rows[“id1”] . “</td>”;

echo “<td>”. $rows[“pages”] . “</td>”;

echo “<td>”. $rows[“word”] . “</td>”;

echo “</tr>”;

}

?>

</tbody>

<tfoot>

<tr><td>Total</td><td colspan=”2″><?php echo $total ?></td></tr>

</tfoot>

</table>

</body>

</html>

Yang kedua bikin file getdata.php untuk mensuplay datanya:

<?php

header(“Pragma: no-cache”);

header(“Cache-Control: no-store, no-cache, max-age=0, must-revalidate”);

header(‘Content-Type: text/x-json’);

$handle = mysql_connect(“localhost”, “root”, “”);

mysql_select_db(“test”);

if(isset($_POST[‘last_id’])){

$query = mysql_query(“SELECT * FROM table1”);

$numrows = mysql_num_rows($query);

mysql_free_result($query);

$query = mysql_query(“SELECT * FROM table1 WHERE id1 > “.$_POST[‘last_id’]);

$data = array();

$data1 = array();

$data2 = array();

while($rows = mysql_fetch_assoc($query)){

$data[] = $rows[‘id1’];

$data[] = $rows[‘pages’];

$data[] = $rows[‘word’];

$data1[] = $data;

unset($data);

}

$data2[‘total’] = $numrows;

$data2[‘rows’] = $data1;

echo json_encode($data2);

/* parsing array dalam bentuk JSON */

}

?>
sekian dulu yah, maaf kalau codingnya masih berantakan (hehehe silakan kalau mau ada yang merapikan lagi…:ngeles.com:). Sekedar info, script sudah diujicoba dan jalan.

(diambil dari group Facebook PHP Indonesia)